Memilih teman

Kawan..., kita adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian. Kita membutuhkan orang lain untuk memberikan warna di hidup kita, dalam hal ini orang tersebut kita kenal sebagai teman atau sahabat.
Seorang teman dapat membawa pengaruh yang sangat besar pada kepribadian seseorang. Tanpa kita sadari sebagian waktu kita sering kita habiskan bersama teman. Tidak bisa dipungkiri bahwa terkadang teman lebih dapat memahami perasaan kita dibandingkan orangtua kita. Kita lebih sering berbagi cerita (bahkan sampai hal yang sangat pribadi), masalah-masalah, serta keinginan-keinginan (lebih populer dengan sebutan "curhat") kepada teman kita daripada orangtua. Kita sering meminta pendapat atau solusi dari teman kita terhadap masalah yang kita hadapi. Namun, bukan berarti teman lebih utama dari orangtua.
Oleh karena itu, kita harus bisa memilih teman / sahabat yang benar-benar dapat menjadi seorang yang mampu kita percaya dan mampu memberikan kebahagiaan dalam persahabatan. Seperti disebutkan dalam Alquran berikut:

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang sidik (benar)." (Q S Al-Taubah [9]:119)
Kita harus memilih teman yang dapat membawa kita atau menjaga kita tetap di jalan kebenaran, karna tak jarang temanlah yang menyesatkan kita.

"Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk adalah seperit pembawa minyak wangi dan seorang pandai besi. Dari penjual minyak wangi adakalanya kamu mendapat hadiah atau bau harumnya, sedangkan dari tukang pandai besi adakalanya engkau terbakar bajumu atau mendapatkan bau yang busuk." (HR Bukhari)
Memang benar adanya bahwa lingkungan masyarakat dan pergaulan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam pembentukan akhlak dan kepribadian seseorang. Bagaimana seorang pemuda dapat menjadi pemabuk karena terpengaruh temannya. Bagaimana seorang dapat menjadi dapat menjadi pecandu narkoba, seks bebas, penikmat kehidupan malam karena pengaruh pergaulan. Kita harus berhati-hati dalam memilih teman. Memang sulit, sangat-sangat sulit bahkan hampir tak mungkin, mencari sosok teman yang sempurna tanpa kekurangan. Tetapi bagaimana agar kita dapat saling melengkapi kekurangan tersebut dan saling memberikan pengaruh positif. Dalam pergaulan kita harus dapat membaur, tapi tidak melebur. Jadilah yang mewarnai (dengan warna positif) bukan yang terwarnai (dengan warna negatif).

"Janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh oleh api neraka, sedangkan kamu tidak memiliki seorang penolong pun selain Allah sehigga kamu tidak akan diberi pertolongan." (QS Hud [11]:113)
Lalu, bagaimanakah ciri dan akhlak teman yang baik? Imam Ali bin Abi Thalib berkata, "Sahabatmu yang sejati adalah yang selalu besertamu, yang mengorbankan kepentingan diri sendiri demi kepentinganmu, dan orang yang jika kamu mendapat masalah dan musibah, ia membantumu."
Seorang sahabat Rasulullah berwasiat kepada anaknya, "Wahai anakku jika engkau perlu berteman dengan seseorang, bertemanlah dengan orang yang jika engkau berkhidmat kepadanya, ia memeliharamu; jika engkau menemaninya, ia menghiasimu; dan jika engkau kehilangan penghidupan, dia mengasihimu. Bertemanlah dengan orang yang jika engkau ulurkan tangan mu untk kebaikan, ia menyambutnya; jika ia melihat kebaikan padamu, ia menghitungnya; dan jika ia melihat kejelekan padamu, ia menutupinya. Bertemanlah dengan orang yang jika engkau meminta kepadanya, ia memberi; jika engkau diam, ia datang kepadamu; dan jika engkau ditimpa musibah, ia menolongmu. Bertemanlah dengan orang yang jika engkau berkata, ia membenarkan perkataanmu; jika engkau berusaha mencapai sesuatu dengan tipu daya, ia menasihatimu; dan jika engkau berselisih dengannya ia lebih mengutamakanmu."
Nah, teman, pesan itu tidak hanya untuk mencari teman, tetapi juga bagaimana kita menjadi teman. Mari kita renungkan sejenak, teman seperti apa kita dan teman seperti apa yang kita punya. Sudahkah kita menjadi teman yang baik untuk teman kita dan sudahkah kita memilih teman yang baik untuk kita. Selalu mohon kepada Allah agar kita selalu diberi petunjuk dalam memilih teman agar kita selalu berada di jalan kebenaran dan tidak terjerumus dalam dosa. Wallahu a'lam
sumber: The Hikmah 4 u; M. Fauzi Rahman

0 komentar:

Posting Lama Beranda

The Visitors

Blogger Template by Blogcrowds